Ketua LAZISNU Provinsi Kalimantan Tengah, H. Moh. Asbli, melakukan kunjungan koordinasi ke LAZISNU Kabupaten Barito Selatan

Ketua LAZISNU Provinsi Kalimantan Tengah, H. Moh. Asbli, melakukan kunjungan koordinasi ke LAZISNU Kabupaten Barito Selatan dalam rangka merumuskan penguatan strategi pengumpulan zakat yang lebih terukur, berbasis data, dan berorientasi pada kondisi lapangan. Jumat (10/4/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam menyatukan langkah antara pengurus tingkat provinsi dan kabupaten guna meningkatkan efektivitas penghimpunan zakat. Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas sinergi pengelolaan wakaf bersama Badan Wakaf Indonesia (BWI) daerah, dengan fokus pada penguatan sistem kerja yang lebih sistematis dan tepat sasaran.

H. Moh. Asbli menegaskan bahwa pola pengumpulan zakat ke depan tidak bisa lagi bersifat pasif. Diperlukan pendekatan yang lebih aktif dan responsif terhadap potensi di masyarakat.

“Pengumpulan zakat tidak bisa hanya menunggu. Kita perlu memperluas pola jemput bola dan membaca potensi secara lebih detail agar penghimpunan lebih maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua LAZISNU Barito Selatan, H. Muhammad Sibawaihi, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan penguatan pada aspek pendataan dan pemetaan potensi zakat hingga ke tingkat kecamatan dan desa.

“Data menjadi kunci. Dengan pemetaan yang lebih rapi, kami bisa menentukan titik pengumpulan yang lebih efektif dan meningkatkan kepercayaan masyarakat,” ungkapnya.

Di sisi lain, Ketua BWI Kabupaten Barito Selatan, H. Muhamad Irfan, menekankan pentingnya integrasi antara pengelolaan wakaf dengan program pemberdayaan ekonomi umat. Menurutnya, potensi wakaf akan lebih optimal jika dikelola secara terarah dan terintegrasi dengan program sosial lainnya.

“Wakaf memiliki potensi besar jika dikelola dengan sistem yang terarah. Kolaborasi dengan LAZISNU akan memperkuat dampak sosial di masyarakat,” jelasnya.

Pertemuan yang digelar di Ruang PTSP Kantor Kementerian Haji dan Umrah tersebut juga membahas langkah konkret transformasi pola jemput bola serta pemetaan lokasi kotak amal berdasarkan data historis. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat efektivitas penghimpunan zakat dan wakaf di wilayah Barito Selatan secara berkelanjutan. (ans)